Sama tapi beda!



Seorang Kyai sedang memberikan wejangan pada para murid: “….manusia diciptakan berbeda agar dapat saling bantu membantu. Yang kaya membantu yang miskin dengan kekayaannya (uang) dan yang miskin membantu yang kaya dengan tenaganya (mendapat upah). Alloh tidak menciptakan sesuatu tanpa sebab. Bayangkan saja, Alloh mencipta nyamuk…. Apa jadinya? ada pabrik obat nyamuk yang memberikan penghidupan pada karyawan, termasuk biro iklan yang membantu menawarkan obat nyamuk. Nyamuk yang bikin penyakit (malaria, demam berdarah) pun sangat berguna. Dunia kedokteran ditantang untuk melakukan penelitian bagaimana mengobati orang yang kena penyakit akibat nyamuk. Bagi seorang sufi, nyamuk membantu membangunkan dari tidurnya sehingga dia bisa melaksanakan ibadah malam….”

“Nah,” lanjut Kyai ” siapa yang mau bikin semua sama? Memang kita diberi hak yang sama untuk berbuat apa saja asal jangan melanggar aturan agama dan pemerintah. Kalau semua pingin jadi Kyai nanti siapa yang jadi santri? Repot sendiri kan? Kalau semua pingin jadi jendral, siapa yang akan mencuci pakaiannya. Jadi, “Lakum dinukum wa lia din, itu tidak hanya berlaku untuk masalah keyakinan beragama, tapi apa saja… dalam segi kehidupan. Jelasnya, Mind your own business!!!”

“Wah, Kyai ternyata bisa bahasa Inggris ya?” Doel nylemong.
“Artinya apa ya?” Amir tanya berbisik pada teman yang duduk di samping kirinya.
“Boleh main-2 dalam berbisnis… jangan terlalu serius”
“Goblog-mu kuwi ndul… itu inti surat Al Kafirun. Dasar nggak pernah kuliah di sastra Inggris.” Sanggah Ki Sugeng.
“Ngomong terus… pengajian bubar…” Pak Kyai mengakhiri wejangan sambil tentunya mengucap salam sebagaimana mestinya karena memang waktu sudah habis.

“Doel, katanya mau ngajarin cara mengisi benda agar bertuah” Amir nylonong bicara.

“Ngoyo, kunjungi sendiri websitenya wong alus…” Si Doel menjawab sambil ngeloyor pergi..

Pengajian Achmad Asrori (Alm.)


Ayo berubah!


Ki Sugeng Purwanto sebagai paranormal mbeling sudah dalam posisi semedi. Niatnya mau mengubah sastra Inggris sebagai program studi jenuh yang tak diminati para lulusan SLTA, menjadi program studi favorit, yang diserbu calon pendaftar.

Kurikulum diubah sedemikian rupa agar lulusan dapat diserap di pangsa kerja. Setelah otak atik otak, jatuhlah pada pilihan bahwa sastra Inggris akan diramu menjadi program studi yang mengakomodasi karier kawula muda. Kecuali dibekali ketrampilan bahasa Inggris yang sudah jelas mampu membuka jendela dunia, para mahasiswa diberi pilihan jalur minat yang sangat menjanjikan al. reporter TV, broadcaster, acting, casting, sinematografi, dan segudang pilihan lainya yang menuju ke dunia seni glamor alias selebriti. Klik di sini untuk kunjungi situsnya

“Watu tega banyu partowi mecat nyawa mecat dunya, talibak talibuk empuke kaya kapuk, byar berubahlah Sastra Inggris Unisbank menjadi program studi pilihan kawula muda…BERUBAH.

PS. Do’a diatas bisa dipakai mengubah apa saja yang penting tidak merugikan orang lain. Konon pernah dipakai Sheh Siti Jenar sewaktu mengubah dirinya menjadi cacing dan ikut mendengarkan wejangan Sunan Bonang. Para santri ‘jalan nggembel’ menggunakannya untuk mengubah daun jadi uang.

<tentunya setelah melalui laku prihatin tertentu, tidak sekedar membaca>

Kuliah? Kenapa tidak!


Kuliah? Kenapa tidak. Sekarang ini perguruan tinggi sudah banyak sekali bahkan nyaris terjadi persaingan tidak sehat antar perguruan tinggi dalam merekrut calon mahasiswa. Hal ini disebabnya semakin berkurangnya jumlah lulusan SMA/K, yang salah satunya,  akibat keberhasilan KB.

Sementara itu jumlah perguruan tinggi semakin meningkat seiring dengan kebutuhan global akan para ahli dengan kompetensi tertentu untuk pekerjaan tertentu. Masing-masing perguruan tinggi rame-rame menawarkan program studi yang dikemas dengan aroma ‘globalisasi’, ‘kompetensi’, ‘kewirausahaan’ dan segudang atribut akademis yang sangat menjanjikan.

Dari sekian banyak program studi, ada satu program studi yang sangat ditakuti, sebab di SMA/K sudah menjadi mata pelajaran ‘momok’ dan sekaligus membuka peluang bagi rekan-rekan pengusaha BIMBEL, untuk ikut berpartisipasi membantu para siswa berjuang melawan ‘sulitnya’ pelajaran tersebut. Apa itu? BAHASA INGGRIS.  Sungguh sangat ironis dan kontra produktif, sementara itu di sana sini didengungkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi lintas negara.

Ada lagi sebuah wacana ” Untuk apa menguasai bahasa Inggris tapi tidak menguasai ketrampilan lain?” bukankah perusahaan hanya menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi? Nah sekarang dibalik, untuk apa menguasai teknologi (komputer, marketing, insinyur, kedokteran, dll,) tanpa diiringi penguasaan bahasa Inggris? Dijamin selama hidup bakal berkarier di tingkat lokal.

Yang lucu  lagi, dalam sebuah wawancara eklusif, seorang manager perbangkan swasta dengan tegas mngatakan ‘lebih baik ambil karyawan dari jurusan sastra Inggris lalu ditraining perbankan dan akunting, 6 bulan sudah OK, dari pada mengambil karyawan dari jurusan ekonomi, perbankan, lalu ditraining bahasa Inggris smpai tahunan belum bisa-bisa.

Nah singkatnya, bagi para lulusan perguruan tinggi, silahkan ambil kursus bahasa Inggris, atau kuliah malam bahasa Inggris.  Ada perguruan tinggi di Semarang yang menyediakan kuliah malam dengan program studi bahasa Inggris. Kunjungi saja  WEBSITE nya.

Dan bagi adik-adik lulusan SMA/K, yang ingin menjadi pakar bahasa Inggris, masuk saja di program studi bahasa Inggris. Nggak usah takut. Nanti pelajaran diulang dari a-b-c-d wis.  Kunjungi WEBSITE nya dan tentukan pilihan anda. Dijamin tidak kecewa.

PESAN ISTRI SOPIR


Pesan Istri Sopir:

Kanmas, berhati-hati, ini menjelang Idul Fitri, banyak polisi gelar oprasi, untuk tarik upeti dari para pelanggar lalu lintas negeri ini, tak perduli… apa sebenarnya yang terjadi.

Rejeki yang kita miliki, janganlah lenyap dikasih polisi… ingatlah anak istri di rumah sabar menanti, tetesan keringat dari suami.

Bagi Pak / Bu Polisi, tolonglah lebih teliti, jangan asal tilang demi uang yang ujung-ujungnya bagi-bagi atau mengejar setoran abadi. Kami selalu nasehati suami… agar tidak melanggar aturan lalu lintas, walau sejengkal marka jalan sebelah kiri.

Namun kadang aku berfikir dua kali… kalau semua orang patuhi aturan, lalu bagaimana polisi bertanggung jawab atas tugas sehari-hari:

Terdengar dialog seperti di bawah ini:

“Dari pagi mondar-mandir, kok gak dapat pelanggaran?”

“Siap! Tidak ada. Mungkin masyarakat mulai sadar hukum negeri…”

“Ya sudah… lain kali kau kupindah di bagian administrasi…”

“Siap!”

(Cerita di atas hanya rekaan saja.)

BANJARAN “RAHWANA”


Rekasaya Penculikan  Istri Orang

Dalam kisah yang lalu ‘Rahwana’ digambarkan sebagai cucu Kyai, hasil hubungan intim ‘neng’ dan seorang kyai yang doyan rabi, alih-alih medar ilmu kamasutra kepada si-neng, malah kebablasan dan lahirlah seorang anak laki-laki nakal yang mengubah pesantren mBahnya menjadi pusat karaoke dan panti pijat. Untuk tidak keluar jauh dari pakem, maka saya sebut anak nakal tadi dengan nama “Rahwana” masih pakai tanda petik soalnya bakal menyimpang jauh dari pakem Ramayana yang asli.

Betul juga pusat karaoke dan panti pijat yang dikelola Rahwana, maju pesat dengan omzet milyaran rupiah bahkan hampir mencapai titik trilyun.  Bagaimana itu mungkin: Itulah hebatnya Rahwana, dengan dukungan full pihak kepolisian setempat, bahkan sampai pusat (Kapol), dijamin karaoke dan panti pijat milik Rahwana aman dari garukan atau grebegan meskipun beroprasi di hari/bulan suci keagamaan. Sebagai konsekwensinya Rahwana harus rajin menyetor ‘upeti’ ke rekening para jendral, dan uang pelicin ke kantong kopral-kopralnya. “Tak apa… itu namanya kerja sama saling menguntungkan…” katanya saat ditanya dalam wawancara eksklusif dengan majalah super-ghoib.

Dengan semakin ngetopnya usaha bidang hiburan, Rahwana mulai bertingkah, dia mau kawin lagi, tidak tanggung-tanggung, dia ingin menikahi istri seorang ulama muda, yang konon cantiknya tidak ada bandingnya untuk ukuran manusia. Padahal Rahwana sendiri sudah punya istri dari golongan “peri” atau jin bidadari, hasil kerja sama dengan paranormal. Mengapa Rahwana ngotot ingin merebut istri orang? Kabarnya dia dapat ilham bahwa barang siapa memperistri wanita seperti “istri ulama muda tadi” akan mengalami kemakmuran abadi…

Akibat ulahnya tadi, adik Rahwana pun diusir dari kompleks karaoke, lalu dia bergabung dengan ulama muda dan menjadi santri; satu adiknya lagi minggat entah kemana; katanya bertapa karena malu melihat polah kakaknya yang semakin tidak manusiawi.

Dari segi kanuragan, Rahwana tidak tanggung-2. Beribu aji kesaktian dan juga paranormal siap melindungi kekuasaannya. Satu aji andalannya adalah pancasona, yakni tidak bisa mati selagi masih menyentuh tanah. Ajian itu hasil belajar dari pemain sirkus kera, bernama Subali, yang konon patah hati sehingga rela menjadi kera dan ikut rombingan sirkus.

Siapa salah bakal ‘seleh’ atau ‘mati’. Itulah yang terjadi. Untuk mempertahankan istrinya yang cantik, ulama muda tersebut didukung oleh seluruh santrinya termasuk adik Rahwana yang membawa kabar bahwa Rahwana mau merebut istrinya (nyipang pakem to?). Maka sang ulama mudapun siap-siap jihad bersama para santri untuk membumi hanguskan semua jenis hiburan karaoke, termasuk karaoke milik Rahwana… nah seperti Habib Riziq kan?

Singkat cerita, Rahwana mati akibat ditusuk dengan keris ‘Sangga Langit”, satu-satunya keris yang bisa menghantar nyawa orang yang memiliki aji pancasona untuk tidak hidup kembali. Itulah goblognya Rahwana, sebenarnya keris itu milik adiknya yang bergabung dengan ulama muda. Tentu saja dengan senang hati meminjamkan keris tersebut demi tegaknya jihad.

Dengan leburnya pusat karaoke secara mengenaskan, maka semua berganti trend. Pejabat yang dulu makan duit karaoke, segera siap-2 cari strategi amannya. Tempat bekas pusat-2 karaoke dibangun masjid, minimal mushola. Lima kali sehari ada lomba adzan…. tapi yaa Alloh, jamaahnya cuman satu dua baris. Mungkin mereka sibuk karaoke dengan caranya sendiri….

Nuwun.

Bertemu Ibu Ratu Kidul (2)


….. aku tidak sehebat Danang Sutawidjaja”

“Betul tak ada yang sehebat dia. Termasuk keturunannya.”

“Lalu? Apakah siapa saja yang berhasil bertemu dengan Ibu Ratu, berarti menjadi sekutu Ibu?”

“Tak pernah ada orang yang bertemu dengan ku.”

“Kan banyak yang klaim????”

“Mereka bohong besar. Kalau raja atau pejabat <jaman sekarang> klaim ketemu aku berarti itu hanya ciptaannya saja, sebagai sarana legitimasi kekuasaan. Kalau paranormal klaim ketemu aku atau bahkan klaim menjadi anak angkatku, itu hanya legitimasi saja, biar dikira sakti.”

“Lalu… aku?”

“Kau juga tidak pernah bertemu aku…”

“Jadi aku hanya dialog dengan diriku sendiri?

“Ya, tepatnya dengan hati nuranimu sendiri. Hati nuranimu bisa kau ajak bicara dan bisa kau ciptakan jadi siapa saja, Ibu Ratu Kidul, Nyai Pelet, Sunan Kalijaga, dan lain2 tokoh yang berbau mistik kekuasaan dan kesaktian. Dan itu sah-sah saja, tapi pesanku jangan kliam macam-macam kepada publik, karena itu bohong belaka.”

“Termasuk aku? Yang mau nulis di blogku sendiri?

“Ya!!”

“Astaghfirulloh….Masyaalloh…”

Sayup-sayup terdengar adzan subuh. Ki Sugeng tersadar dari laku raga sukmanya. Dia bangun dan ambil air wudlu dan sholat subuh sebagai jalma lumrah kang asipat titah. Nuwun.