Seorang Kyai sedang memberikan wejangan pada para murid: “….manusia diciptakan berbeda agar dapat saling bantu membantu. Yang kaya membantu yang miskin dengan kekayaannya (uang) dan yang miskin membantu yang kaya dengan tenaganya (mendapat upah). Alloh tidak menciptakan sesuatu tanpa sebab. Bayangkan saja, Alloh mencipta nyamuk…. Apa jadinya? ada pabrik obat nyamuk yang memberikan penghidupan pada karyawan, termasuk biro iklan yang membantu menawarkan obat nyamuk. Nyamuk yang bikin penyakit (malaria, demam berdarah) pun sangat berguna. Dunia kedokteran ditantang untuk melakukan penelitian bagaimana mengobati orang yang kena penyakit akibat nyamuk. Bagi seorang sufi, nyamuk membantu membangunkan dari tidurnya sehingga dia bisa melaksanakan ibadah malam….”

“Nah,” lanjut Kyai ” siapa yang mau bikin semua sama? Memang kita diberi hak yang sama untuk berbuat apa saja asal jangan melanggar aturan agama dan pemerintah. Kalau semua pingin jadi Kyai nanti siapa yang jadi santri? Repot sendiri kan? Kalau semua pingin jadi jendral, siapa yang akan mencuci pakaiannya. Jadi, “Lakum dinukum wa lia din, itu tidak hanya berlaku untuk masalah keyakinan beragama, tapi apa saja… dalam segi kehidupan. Jelasnya, Mind your own business!!!”

“Wah, Kyai ternyata bisa bahasa Inggris ya?” Doel nylemong.
“Artinya apa ya?” Amir tanya berbisik pada teman yang duduk di samping kirinya.
“Boleh main-2 dalam berbisnis… jangan terlalu serius”
“Goblog-mu kuwi ndul… itu inti surat Al Kafirun. Dasar nggak pernah kuliah di sastra Inggris.” Sanggah Ki Sugeng.
“Ngomong terus… pengajian bubar…” Pak Kyai mengakhiri wejangan sambil tentunya mengucap salam sebagaimana mestinya karena memang waktu sudah habis.

“Doel, katanya mau ngajarin cara mengisi benda agar bertuah” Amir nylonong bicara.

“Ngoyo, kunjungi sendiri websitenya wong alus…” Si Doel menjawab sambil ngeloyor pergi..