Rekasaya Penculikan  Istri Orang

Dalam kisah yang lalu ‘Rahwana’ digambarkan sebagai cucu Kyai, hasil hubungan intim ‘neng’ dan seorang kyai yang doyan rabi, alih-alih medar ilmu kamasutra kepada si-neng, malah kebablasan dan lahirlah seorang anak laki-laki nakal yang mengubah pesantren mBahnya menjadi pusat karaoke dan panti pijat. Untuk tidak keluar jauh dari pakem, maka saya sebut anak nakal tadi dengan nama “Rahwana” masih pakai tanda petik soalnya bakal menyimpang jauh dari pakem Ramayana yang asli.

Betul juga pusat karaoke dan panti pijat yang dikelola Rahwana, maju pesat dengan omzet milyaran rupiah bahkan hampir mencapai titik trilyun.  Bagaimana itu mungkin: Itulah hebatnya Rahwana, dengan dukungan full pihak kepolisian setempat, bahkan sampai pusat (Kapol), dijamin karaoke dan panti pijat milik Rahwana aman dari garukan atau grebegan meskipun beroprasi di hari/bulan suci keagamaan. Sebagai konsekwensinya Rahwana harus rajin menyetor ‘upeti’ ke rekening para jendral, dan uang pelicin ke kantong kopral-kopralnya. “Tak apa… itu namanya kerja sama saling menguntungkan…” katanya saat ditanya dalam wawancara eksklusif dengan majalah super-ghoib.

Dengan semakin ngetopnya usaha bidang hiburan, Rahwana mulai bertingkah, dia mau kawin lagi, tidak tanggung-tanggung, dia ingin menikahi istri seorang ulama muda, yang konon cantiknya tidak ada bandingnya untuk ukuran manusia. Padahal Rahwana sendiri sudah punya istri dari golongan “peri” atau jin bidadari, hasil kerja sama dengan paranormal. Mengapa Rahwana ngotot ingin merebut istri orang? Kabarnya dia dapat ilham bahwa barang siapa memperistri wanita seperti “istri ulama muda tadi” akan mengalami kemakmuran abadi…

Akibat ulahnya tadi, adik Rahwana pun diusir dari kompleks karaoke, lalu dia bergabung dengan ulama muda dan menjadi santri; satu adiknya lagi minggat entah kemana; katanya bertapa karena malu melihat polah kakaknya yang semakin tidak manusiawi.

Dari segi kanuragan, Rahwana tidak tanggung-2. Beribu aji kesaktian dan juga paranormal siap melindungi kekuasaannya. Satu aji andalannya adalah pancasona, yakni tidak bisa mati selagi masih menyentuh tanah. Ajian itu hasil belajar dari pemain sirkus kera, bernama Subali, yang konon patah hati sehingga rela menjadi kera dan ikut rombingan sirkus.

Siapa salah bakal ‘seleh’ atau ‘mati’. Itulah yang terjadi. Untuk mempertahankan istrinya yang cantik, ulama muda tersebut didukung oleh seluruh santrinya termasuk adik Rahwana yang membawa kabar bahwa Rahwana mau merebut istrinya (nyipang pakem to?). Maka sang ulama mudapun siap-siap jihad bersama para santri untuk membumi hanguskan semua jenis hiburan karaoke, termasuk karaoke milik Rahwana… nah seperti Habib Riziq kan?

Singkat cerita, Rahwana mati akibat ditusuk dengan keris ‘Sangga Langit”, satu-satunya keris yang bisa menghantar nyawa orang yang memiliki aji pancasona untuk tidak hidup kembali. Itulah goblognya Rahwana, sebenarnya keris itu milik adiknya yang bergabung dengan ulama muda. Tentu saja dengan senang hati meminjamkan keris tersebut demi tegaknya jihad.

Dengan leburnya pusat karaoke secara mengenaskan, maka semua berganti trend. Pejabat yang dulu makan duit karaoke, segera siap-2 cari strategi amannya. Tempat bekas pusat-2 karaoke dibangun masjid, minimal mushola. Lima kali sehari ada lomba adzan…. tapi yaa Alloh, jamaahnya cuman satu dua baris. Mungkin mereka sibuk karaoke dengan caranya sendiri….

Nuwun.