Dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika daging ini baik, maka seluruh tubuh menjadi baik, Itulah hati! Namun perlu diingat yang dimaksud “hati” di sini bukanlah arti secara biologis dalam arti fisik…. Hati dimaksud di sini adalah suara hati yang tidak mengenal kata “dusta” apalagi berbuat dusta. Dia selalu membisikkan kebaikan yang bersifat illahiah atau dalam bahasa kerennya “spiritual”.  Sayangnya, atau memang harus demikian, kadang-kadang nafsu kitalah yang mengorori suara hati, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

Adapun nafsu yang menghalangi hati antara lain, nafsu ingin dipuji, dimulyakan. Orang kadang-kadang ingin “diakui” eksistensinya, sebagai ini sebagai itu.

Repotnya lagi, setan selalu saja menggoda, baik yang mencoba rendah hati, apalagi yang mencoba tinggi hati. “Anda memang hebat deh, tak ada yang bisa bersikap rendah hati seperti anda.” Bisik setan pada orang yang mencoba rendah hati…. lalu timbul ujub bahwa dialah yang dikasihi Alloh dan yang lain tidak…. wah, repot. Merasa dirinya dikasihi Alloh itulah sesungguhnya yang paling dibenci Alloh.

Yang tinggi hati juga makin dibimbing, “Anda memang sudah sepantasnya berbuat demikian, coba lihat mana ada yang sehebat anda….”  Setan memuja anda. Dengan demikian anda juga menjadi semakin sombong.  Padahal sombong itu sesungguhnya Pakaian Kebesaran Alloh yang sangat tidak pantas dipakai mahluk yang bernama manusia yang masih lapar kala tidak makan, dan masih ngantuk kala tidak tidur, dan masih terpesona melihat lawan jenis yang bukan haknya.

Lalu bagaimana agar kita bisa selamat dari bujuk rayu setan. Kuasai nafsu, dan bukan dikuasai nafsu, kuasai setan dan bukan dikuasai setan. Tancapkan Al Fathihah dalam dada…. Renungi betapa kerdil kita di hadapan Alloh.

Selamat mencoba. Hubungi kami bila anda berhasil, kami akan mencontohnya, juga hubungi kami jika anda gagal, kita akan sama-2 belajar. Betul????