GATOTKACA STRESS

Untuk mengatasi kemelut Negara Amarta, Gatotkaca (Gatot) diberi wewenang khusus untuk membentuk pasukan layaknya polisi di jaman sekarang. Dia tidak percaya dengan model rekrutmen polisi yang diambil dari manusia biasa, semacam pendaftaran calon anggota kepolisian Amarta. Dia ciptakan polisi dengan modelnya sendiri. Seperti kita ketahui Gatot memiliki beberapa aji, pusaka dll. Aji Brajamusti, Aji Sri Gunting, Aji Sasra Birawa, Kotang Antakusuma, Keris Badal Tulak, dan masih manyak lagi  disulap jadi komandan polisi, yang nantinya ditugaskan merekrut polisi dari golongan manusia biasa (rakyat Amarta) yang mau mendaftar jadi taruna polisi.

Singkat cerita, kepolisian Amarta terbentuk… pada awalnya berjalan sangat profesional. Dari laporan para komandan masing-2, Gatot  merasa bangga, sebab katanya rakyat Amarta kini merasa terlindungi. Preman tidak punya nyali, kasus-2 hukum terurai dengan adil., pelanggaran lalu lintas pasti sidang, tanpa pandang bulu.

Namun seiring dengan perjalanan waktu dan kendornya monitor dari Gatot, kini para polisi mulai bertingkah. Di lapangan selalu terjadi sidang di tempat, polisi kini ramai mendirikan “warung” di tempat-2 strategis dan di sinilah dilakukan sidang “salam tempel” bagi pelanggar lulu lintas. Anehnya, rakyatpun mau “bayar” juga, meskipun sambil nggrundel: dari pada sidang, paling jadi kamanan calo pengadilan, dan harganya relatif lebih tinggi.

Lampu lalu lintas dalam keadaan nyala normal, polisi berjaga super ketat (seolah-olah menjaring siapa tahu ada yang melanggar), sambil bergoyang-goyang melambai-lambai tangan bergaya memberi aba-aba jalan. Giliran lampu mati, cepat-cepat pasang tali / pathok pembatas…dan mak pyur ngacir polisi pergi entah kemana.

Lebih gila lagi polisi Amarta, banyak yang keluyuran di tempat-2 hiburan, panti pijat, karaoke, untuk tarik upeti. Telat atau berani gak ngasih… lain hari digropyok dan bawa wartawan lagi, alih-alih pembinaan penyakit masyarakat, main ciduk para kapster tak berdaya. Akhirnya toh pakai prosedur pasti: ciduk, sidang, duit, lepas ….dan bebas beraksi lagi.

Kini Gatot lagi stress, dipanggil ayahnya (Bima) yang jelas marah besar melihat ulah polisi binaan Gatot, yang kini hanya tertunduk malu, takut, dsb, siap menerima hukuman dari sang Bimasena.

(Karangan ini murni rekaan belaka, mohon maaf kalau terjadi kesamaan, tempat, nama dan ilustrasi)

Wassalam

Ki Sugeng Purwanto Diningrat