BERHARAP MENGUASAI KAMASUTRA

(Modifikasi dari cerita Wayang Rahwana lahir)

Jonny adalah anak seorang kyai top di daerahnya di bilangan Kaligawe, meskipun dia sendiri mbeling nggak pernah ngaji beneran, yah sekedar a-ba-ta-tsa, sih  bisa. Sekolah hingga kuliahpun ambil jurusan keduniaan (ekonomi), dan kini dia, karena uletnya memiliki perusahaan ekspor impor yang cukup disegani dikalangan ekportir lainnya di bidang funitur. Sayangnya hingga usia 45 tahun Jonny belum juga mau menikah, alasan sibuk dengan bisnis. Ayahnya mulai khawatir dengan keadaan anaknya tersebut, sedang dirinya yang kyai kini sudah berusia 85 tahun, meski baru saja menikahi gadis usia 20 tahun (jan jaman edan tenan).

“Jon, kamu ini gimana gak rabi-2?” sang kyai bertanya suatu pagi

“Sibuk, Abah!”

“Mbok nyonto abahmu ini, doyan rabi biar badan tetap fit di usia senja.”

“Males, ah!” jawab Jonny sekenanya.

“Eh, Jon. Di daerah Toroh,  Purwodadi, ada putri  kyai namanya Dewanti yang buka sayembara, siapa yang bisa menjelaskan kitab kamasutra, akan dijadikan suami. Bagaimana kalau aku melamar dia untukmu Jon? Kamunya gak usah repot-2 nanti terima jadi. Kamu kan tahu itu kitab pegangan ku, supaya kuat di ranjang.”

“Terserah Abah, deh!”

Singkat cerita, sang kyai sudah terlibat sayembara 1 yaitu harus mengalahkan salah satu santri Kyai Toroh dari segi ilmu beladiri. Meskipun sang kyai sudah berusia 85 th, dengan aji klabang wuyung, sang kyai dengan mudah mengalahkan santri kemlinthi (yang sebenarnya naksir Dewanti).

Kini giliran sang kyai masuk kamar pribadi neng Dewanti untuk sayembara 2 yaitu mejang kitab kamasutra. Belum sempat mulai mejang, rupanya khodam kitab kamasutra itu murka, “Dasar Kyai mbeling, sudah dibilangi jangan menyebarkan kitab kamasutra, malah dia mau mejang pada cewek cantik Dewanti, padahal dia kan Kyai Jawa, bukan Kyai India, akan aku ganggu biar batal.”

Khodam kitab kamasutra pun mulai beraksi, dia menyusup ke tubuh cewek bahenol Dewanti, dan membakar birahi kewanitaannya hingga puncak. Akhirnya sang Kyai bersama Dewanti tidak jadi belajar kamasutra, namun malah “perang tanding’ layaknya suami istri. Meskipun berusia 85 th, urusan ranjang sang Kyai mampu mengalahkan Mike Tyson. Dewanti pun tidak menyesal, malah sangat menikmati….

Hasilnya…. lahir anak laki-2 nakal yang kelak mewarisi pesantren eyangnya (Kyai Toroh). Namun dasar anak nakal, konon pesantren itu diubah menjadi pusat karaoke dan panti pijat… katanya lebih profitable. Anehnya, “santrinya” (pengunjung karaoke dan panti pijat) malah jauh lebih banyak dari pada santri eyangnya dulu. Benar-2 jaman edan.

(Cerita ini hanya karangan belaka yang diilhami cerita wayang lahirnya Dasamuka. Mohon maaf  jika ada kesamaan nama tempat maupun pribadi, maupun ilustrasi foto)

Wassalam,

Idha Nurhamidah Purwanto