IDHA & SUAMI

IDHA & SUAMI

Salah satu orang Indonesia (Dulu lho, sorry)  sungguh hebat. Ada yang bisa menerjemahkan Kitab Suci Ramayana dan Mahabaratha (kawan-kawan Hindu-Budha) ke dalam sastra Jawa, hingga seolah-olah karya sastra Jawa…Lebih hebat lagi, karya hasil terjemahan tersebut malah dibuat media dahwah Islam, tentu dengan berbagai modifikasi, misalnya Jamus Kalimasada (Kalimat Sahadat), yang konon pusaka pendawa yang paling ampuh. Gatotkaca, yang aslinya lajang selamanya, malah dibuat romantis dengan Pergiwa.  Drupadi yang aslinya poliandri (banyak suami), diubah menjadi mermeswari Puntadewa (sesuai syari’at Islam). Arjuna tetap play-boy soalnya Islam membolehkan poligami (maksimal 4), maka istra Arjuna yang terkenal ya Sembadra (Ibunya Abimanyu) , Srikandi, Larasari, Dresanala (Ibunya Wisageni), meskipun nyatanya banyak istri-istri dan anak-2 Arjuna yang lain. Namun orang Jawa lebih mengenal, Abimanyu, Wisageni, (anak Arjuna) Antasena, Antareja, Gatotkaca (anak Bima). Bima adalah tokoh sakti pandawa, teguh pendirian, dan ahli makrifat. Dia lah yang menguasai ilmu manunggaling kawula gusti (Lakon Dewa Ruci). Sayangnya bagi orang Indonesia masa kini, Bima lebih dikenal “kukunya”, bukan Pancanakanya, tapi KUKU BIMA yang jadi merk obat olah kridaning asmara.

Mau cari apa saja di Wayang ada. Mau cari wanita doyan slingkuh, Banowati. Cari ahli hikmah dan strategi perang, Kresna. Mau yang licik, sakti, Sengkuni. Cari tokoh agama yang diperalat penguasa, Dorna (meskipun aslinya Dorna itu tokok guru yang adil bijaksana). Mau yang rela mati demi kelangsungan Pendawa, Karna.  Itu baru sedikit versi Baratayudha, Ramayana juga tidak kalah serunya.

Ikuti sajian wayang sekenanya dari kami, melalui posting. Namun maaf, bagi teman-2 Hindu Budha, sajian kami bernafaskan Islam.

Wassalam

Idha Nurhamidah