Masih ingat sedulur waktu kita di desa, mengaji… di sekolah, ada pelajaran agama (Islam, dll), di bangku kuliah, ada mata kuliah agama (meski sekedar pemenuhan 2 SKS). Di pengajian2 umum, para kyai begitu bersemangat dengan orasinya. Ada yang sengaja ‘ndagel’ biar lucu (dan banyak order, sorry boss). Semua itu (apapun modelnya) hanya membawa dua pesan SORGA dan NERAKA. Ingin masuk sorga? Silahkan ikuti prinsip agama. Ingin neraka? Silahkan langgar prinsip agama.

Nah, akibatnya orang pada shahadat, sholat, puasa, zakat dan haji karena ingin masuk sorga. Chryssie (alm) nyanyi “Kalau nggak ada sorga dan neraka, masihkah kita mau beribadah?” Pertanyaan sederhana, tapi cukup tajam.   Padahal, semua ritual keagamaan hanya mempunyai satu tujuan yaitu “Mau melayani Tuhan”. Lo koq Tuhan minta dilayani. Ya, karena kita ini kan hamba. Tuhan tidak butuh sholat kita, puasa kita, zakat kita, apalagi haji kita (yang saat ini sudah dikotori banyak tangan). Semua orang tidak sholat, Tuhan tidak kehilangan wibawa ketuhanan. Semua orang sholatpun tidak menambah wibawa ketuhanan. Yang Tuhan harapkan adalah manifestasi sholat dalam kehidupan, yaitu meninggalkan perbuatan keji dan mungkar.

La itu orang sholat koq berbuat keji… namanya sholat sebatas olah raga…mungkin dia badannya jadi sehat (lihat: betapa penyakit berat bisa sembuh kalau kita melakukan gerakan sholat dengan baik dan jangan tergesa-gesa. Rasakan aliran darah saat kita sujut dan ruku, berdiri, duduk dst.)

Yang baik sholat hendaknya disamping olah raga, ya olah rasa dan olah cipta. Betapa bacaan sholat berisi doa dan kepasrahan diri pada Sang Khaliq (bagi yang tahu). Mau kaya? Konsentrasi saat duduk antara dua sujud… rasakan betapa semua telah dijamin Tuhan. Ingin mantap iman? Rasakan do’a setelah takbir pertama sebelum Fathihah. Ingin jalan yang lurus…Rasakan bacaan al Fathihah. Wah, makanya bagi yang sudah sampai olah rasa… kadang lupa berapa raka’at kita telah lalui

Kalau olah cipta…. itu berada di akhir sholat sebelum salam setelah attakhiyat akhir… kang cinipta ana kang sinabda dadi. Tapi ini sir….sir antara Tuhan dengan mahlukNya, tiada pantas diurai di sini. Mau ngaji yang kayak begituan?  Hub Eko Sableng Junaidi Yulianto atau apapun sebutannya. Anda akan merasakan bedanya…

Wassalam,

pengelola