Yang kebal polisi ya sesama polisi, anak-istri polisi, mertua-mantu polisi… yah semua keluarga besar polisi sampai-sampai Stiker Keluarga Besar POLRI laku keras, yang dengan bangganya dipasang di body mobil,  meskipun bukan bobil polisi.  Uh, munafik amat tuh orang! Oh ya, yang kedua ya keluarga besar angkatan lain: darat,  udara, dan laut.. meski tak kebal-kebal amat.

Kecelakaan…tanpa ada backing polisi (sukur-2 pangkat  tinggi: kopral pun jadi).. bisa dibuat bulan-bulanan dan jadi proyek besar. Ada sih sedikit reformasi… dipasangnya spanduk lebar-lebar…”Ambil barang bukti lakalantas tidak dipungut biaya”… secara pragmatik, linguistik, atau susastra apapun artinya ….”dulu harus bayar….hahahah! Uedan tenan. Ada lagi spanduk bernada perbaikan “Daftar jadi anggota polisi gratis….” Berarti dulu bisa ngabisin sawah ladang, hanya untuk jadi polisi.. Nah, ini bibit unggul untuk cetak polisi nakal … minimal kembali modal dong.

Ada cerita nih. Ki Tantra, paranormal yang cukup handal untuk urusan pelet dan kekuatan sex, terpaksa mrongos di depan polisi dan harus merogoh kocek Rp.20 rb gara-gara mau pasang plat nomer kendaraan… lewat pos polisi.. ditangkap:

“Lo saya mau ke Johar, pasang plat nomer….” kilah Ki Tantra.

“Pokoknya bapak salah… berkendara tanpa plat nomer.”

Biasa SIM diminta dan Ki Tantra digiring ke pos. The legend continues….

Sampai di padepokan Ki Tantra masih uring-uringan…. langsung pasang semedi ‘dupana ratus’. Tidak tanggung-tanggung Ki Tantra matek aji klabang sayuto kenemulan kiblat papat pancere polisi usil… digetak plak kutukan keluar, lihat saja polisi usil bakal tidak bisa tidur dan mencret selama tujuh hari.

Nyai Tantra sempat cemas …

“Apa nggak kasihan polisinya, Abah?”

“Kasihan apanya? Masih kurang kutukannya? Sebagai pakar pelet… Aku tambah kutukannya. Kalau dia masih bujang, gak bakalan laku kawin… kalau dia punya istri  bakalan selingkuh waktu ditinggal jaga…kalau dia punya anak gadis bakal bunting tanpa suami; kalau….”

“Sudah, Abah….

“Ya sudah … bobok yuk… obat stress, mikirin polisi!

“Iiiiih, Abah genit…