Jangan keburu sinis wahai kaum hawa….  Nama Arjuna biasanya dikaitkan dengan pria yang banyak istri, meskipun tidak salah bila Arjuna memiliki banyak istri. Namun sekali lagi istri berarti sah dan bukan ‘simpanan’ atau ‘selingkuhan’ yang menurut Ustadz Tantra selingkuh itu jalan menuju kemiskinan. Lagi-2 kita dihadapkan dengan kata “kemiskinan” yang sulit didefinisikan. Miskin disini hendaknya tidak dilihat dari ketidakmampuan finansial, tapi lebih pada ketidakmampuan untuk berbuat… orang yang tidak mampu atau tidak mau berbuat kebajikan itulah yang sebenarnya orang miskin. Orang yang dikerjar taget, hingga melupakan apa target hidup kita yang sebenarnya, itupun dapat digolongkan orang miskin. Miskin-kaya, sorga neraka itu terletak pada ‘rasa’. Makanya kita perlu olah rasa, disamping olah raga.

Sheh Siti Jenar, dan para Wali Sanga pernah berkata “Sholat yang tidak dimanifestasikan kedalam kehidupan sehingga menjadi sholat da’im, itu sholat hanya baru mencapai derajat olah raga… Untuk bisa menjadikan sholat sebagai olah rasa diperlukan manunggaling cipta, rasa dan karsa dengan Gusti Alloh<untuk ini akan dibahas tersendiri>

Kembali pada Arjuna sebagai topik posting ini. Kita akan melihat Arjuna sebagai sosok ksatria yang pandai olah kridaning asmara, artinya sangat mahir dalam memuaskan istri-istrinya dalam hal permainan ranjang. Ada satu metode yang sangat terkenal dan bahkan sudah dipraktekan terutama kaum orientalis meskipun banyak ditentang oleh masyarakat barat dan bahkan dikatakan metode yang tidak logis dan berbahaya bagi kesehatan.

Metode ini disebut TAO, dan sudah banyak dibahas di media masa (Suara Merdeka online). Singkatnya metode ini menyangkut kemampuan pria mengendalikan keluarnya air mani, dengan melakukan sirkulasi kembali ke dalam tubuh. Jadi berapa kalipun ‘Arjuna’ melakukan hubungan seksual tidak menjadi masalah, bahkan berapa istripun …okey juga.

Seks ala Tao ini memerlukan olah raga, olah cipta,  olah rasa, dan olah karsa yang masing-2 perlu kecermatan. Kita mulai dengan olah raga. Olah raga untuk melatih kemampuan seksual disebut pelvic exercise, yang dapat dilakukan di mana saja, dan kapan saja, dan dalam posisi apa saja. Bentuknya adalah melakukan gerakan dubur saat kita mencoba menuntaskan sisa air kencing… lakukanlah dengan kuantitas yang semakin meningkat saat anda duduk, berdiri, sambil berkendara (tentunya anda tidak sedang menuntaskan air kencing lo!)…. Sekian dulu. Untuk olah-olah yang lainnya tunggu posting kami berikutnya.

Pengelola

Ki Sugeng Purwanto Diningrat