Orang koq serba nuntut… Alloh dituntut mengabulkan semua do’a kita…gilanya lagi kalau do’a tidak dikabulkan, kyai (si pemberi lafal do’a) disalahkan… ora manjur katanya. Padahal Alloh serba tahu, mana yang pantas buat ciptaanNya. Memang Alloh melengkapi diri kita dengan nafsu…. namun Dia pun menantang kita. Bisa menahan hawa nafsu? Itulah sebebaik-baik ciptaanKu. Alloh akan memberi jalan yang tak pernah kita duga, memberi kemudahan hal-hal yang sesulit apapun.

Sufi besar pernah berkata, mengapa kau sibuk bangun sesuatu yang akhirhnya kau tinggalkan? Tahukah kau dengan memilki sesuatu di sini (dunia), kau kehilangan sesuatu di sana (akhirat). Kenapa kita lebih suka yang sementara, dan mengabaikan yang abadi?

Jika ajal tiba, semua tak sudi bersama… hartapun jadi rebutan ahli waris dan tidak menutup kemungkinan sebagai ajang perpecahan.

“Lo, apa nggak boleh kaya?” Protes istri pada suami, protes anak pada bapak, protes bawahan pada atasan…

“Hi…Ibn Adam, sesungguhnya kalian TIDAK BOLEH APA-APA, jikalau APA-APA itu membuatmu jauh dari Alloh. Istri cantik yang membuatmu lupa pada Alloh, sikat saja… Alloh akan menggantikan dengan yang lebih baik. Just go to hell dengan semua yang menghalangi dirimu menuju kepadaNya.

“Halah… jangan soq alim,” protes qodamku dari bangsa jin, “Apakah you sudah bisa lakukan yang you omongin”

“Ya belum, A-Ba-Tha-Tsa wae aku gak bisa”

“Wow… dasar mbeling…..” kata jin gundul, sambil lari ketakutan sebab “rajah kala cakra” ditanganku sudah ¬†bergetar. Padahal telapak tangan ini memang suka semutan… biasa natural aging process.

Salam dari kami

wong mbeling